Elit Politik Dan Dunia Pendidikan Indonesia

- Jurnalis

Senin, 15 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bung Karno

Foto Bung Karno

 

Ruang gerak pendidikan di Indonesia sungguh makin mereda bahkan hilang, hal ini disebabkan oleh permainan elit politik yang selalu bergelut dengan kekuasaan baik untuk kelompok maupun dirinya sendiri.

Hingga memunculkan area dimana wilayah kecerdasan atas rakyat terhadap semua masalah diselesaikan lewat aksi kekerasan fisik, khususnya kekuatan massa aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun kebanyakan dari mereka tak memahami apa yang sedang terjadi juga untuk apa keberadaannya didalam aksi tersebut.

Hal itu tak terlepas dari kekuatan uang kemudian terhubung dengan kelompok kelompok organisasi massa yang digunakan oleh para pihak anti pemerintah ataupun yang berlawanan dengan mereka.

Baik itu dari Ideologi maupun tentang sebuah kebijakan berakibatkan merugi dari pihak penyewa atau pengontrol organisasi massa.

Jadi jalan terbaik bagi pihak pihak ini yaitu menekan melalui aksi massa untuk menggagalkan sebuah rencana.

Atau berteriak di media massa beserta memakai anggota DPR bersuara, dengan kalimat kalimat doktrinasi bahkan menggunakan agama sebagai alat kontrol untuk menjaga isu agar terus berkembang maupun bertahan.

Baca Juga :  Friedrich Wilhelm Nietzsche Pemikir dan Penulis Berpengaruh Besar Pada filsafat, Teologi, Serta Seni Abad ke-20

Ketika kita berbicara politik maka jurusannya adalah kekuasaan, isu bersama penguasaan terhadap rakyat agar terus berpihak pada penguasa serta membawa rakyat kepada kestabilan politik dan sosial ekonomi akhirnya memunculkan kesejahteraan pada rakyat bangsa.

Tapi ini baru dilakukan oleh dua Presiden Republik Indonesia yaitu Ir. Sukarno, memunculkan kemajuan kepercayaan diri rakyat juga berinteraksinya rakyat pada kebudayaan lokal serta kuat elit politik bermain literasi (bacaan), penulisan di media massa sehingga memunculkan daya baca masyarakat berkembang, termasuk dikalangan Mahasiswa.

Sementara itu, Presiden Jokowi, memunculkan kebanggaan rakyat atas pembangunan fisiknya diseluruh wilayah negeri, juga mengembalikan kehidupan ke Indonesiaan berada pada jalur awal (self belonging) masyarakat banyak telah merasa kembali adanya Indonesia pada diri mereka, dulu sempat hilang pasca Sukarno dan kembali mewangi diwaktu Jokowi berkuasa.

Baca Juga :  Bijak Memaknai Kata REVOLUSI

Keberadaan pembangunan fisik ini, memiliki kelemahan dalam tata kelola pemikiran, karena. Apa ?

Memunculkan orang orang hedonis atau maksimumnya mengikuti arus perkembangan pihak barat sehingga Indonesia diajak pada dunia western, kemudian elit berkuasa memberikan / mendudukan posisi orang orang pada tempat yang tidak tepat.

Oleh karena para elit kehilangan arah dalam menghadapi peta pemikiran bersamaan kuatnya gelombang pemikiran pemikiran Barat yang cepat berkembang.

Kemudian dibantu para lulusan universitas universitas disana yang mencuci otak para mahasiswa Indonesia lewat kekuatan pemikiran pemikiran hingga meninggalkan budaya bangsa juga mengikuti praktisme keluhuran bangsa sendiri.

Yaitu kerakusan imperialisme serta liberalisme, bersama keegoisan materialisme sangat kuat.

Maka yang muncul adalah, gaya hidup orang barat terekam dalam pemikiran bersama.

Di kembangkan masuk dalam film film, buku buku cerita, novel juga politik budaya sosial.

Penulis : Bahari Aden

Berita Terkait

Sejarah Hari Krida Pertanian Dan Tantangan Petani Muda Untuk Konsisten Dalam Bertani
Napak Tilas Pemikiran Pahlawan Dan Semangat Untuk Mendirikan Bangsa Yang Merdeka
Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia
Bupati Jember 2024 Harus Berasal Dari Kader Partai Politik Yang Memiliki Kualitas Demi Kesejahteraan Rakyat
Prabowo Akan Meringankan UKT Karena Teriakan Mahasiswa, Pendidikan Sudah Menjadi Industri Kapitalisme
Saatnya Marhaenis Memimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian
Jawa Timur Memilih Gubernur 2024 Yang Berani Menjamin Keadilan Dan Perlindungan Sosial Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 10:09 WIB

Sejarah Hari Krida Pertanian Dan Tantangan Petani Muda Untuk Konsisten Dalam Bertani

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:33 WIB

Napak Tilas Pemikiran Pahlawan Dan Semangat Untuk Mendirikan Bangsa Yang Merdeka

Selasa, 11 Juni 2024 - 09:26 WIB

Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia

Sabtu, 1 Juni 2024 - 16:00 WIB

Bupati Jember 2024 Harus Berasal Dari Kader Partai Politik Yang Memiliki Kualitas Demi Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 25 Mei 2024 - 10:32 WIB

Prabowo Akan Meringankan UKT Karena Teriakan Mahasiswa, Pendidikan Sudah Menjadi Industri Kapitalisme

Senin, 20 Mei 2024 - 17:50 WIB

Saatnya Marhaenis Memimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Senin, 20 Mei 2024 - 15:54 WIB

Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian

Minggu, 12 Mei 2024 - 15:39 WIB

Jawa Timur Memilih Gubernur 2024 Yang Berani Menjamin Keadilan Dan Perlindungan Sosial Masyarakat

Berita Terbaru