Georgia Memanas Karena Membuat Rancangan Undang Undang Pro Rusia, Demonstran dan Wartawan Dipukuli Polisi

- Jurnalis

Jumat, 3 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi sosial masyarakat Eropa kembali panas dan berpotensi mengganggu perekonomian mereka.

Hal ini disebabkan oleh tingkat kepercayaan investor yang hendak menanamkan modal di Negara tersebut.

Selain itu ketidakstabilan politik juga mengancam pertahanan dan keamanan yang rentan dengan perebutan kekuasaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut terjadi di Negara Georgia yang saat ini sedang memanas dengan berbagai protes.

Gerakan unjuk rasa besar-besaran terjadi di dalam Negeri Kaukasus itu untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Baca Juga :  Pesawat Pengintai Rusia Terbang Diatas Langit Jepang Tetapi Terdeteksi Oleh Radar

Celakanya sikap kepolisian yang mengambil tindakan tegas kepada pengunjuk rasa justru mengundang konflik.

Melansir The Guardian, Kamis (2/5/2024), para pendemo menyuarakan ditariknya rancangan undang-undang yang disebut sebagai aturan “agen asing”.

Bahkan menurut pemikiran para kritikus, undang-undang ini sangat diwarnai pandangan anti-demokrasi dan terinspirasi oleh Rusia.

Pasukan keamanan dikabarkan menggunakan meriam air, gas air mata, dan granat kejut terhadap demonstran pada Selasa malam.

Tindakan aparat kepolisian yang brutal tersebut memicu kritik dari kelompok hak asasi manusia.

Baca Juga :  Uang Pensiun Anggota DPR Setelah Tidak Menjabat, Setara Dengan UMR Daerah Jawa Timur

Tercatat enam puluh tiga (63) pengunjuk rasa ditahan, menurut kementerian dalam negeri Georgia.

Tidak hanya itu, ada banyak laporan mengenai kekerasan polisi, termasuk terhadap jurnalis.

Aksi polisi semakin dihujat setelah ketua oposisi utama Gerakan Nasional Bersatu, Levan Khabeishvili, dipukuli.

Dilansir dari CNBC Indonesia yang berada di Tbilisi mereka menulis dan mengungkapkan bahwa.

Aksi demonstrasi lanjutan dimulai pada pukul 21.00 waktu setempat dan berakhir sebelum dini hari.

Berita Terkait

Rusia Mengadakan Latihan Senjata Nuklir Sebagai Respon Pernyataan Negara Barat
Memiliki Utang Luar Negeri Terbesar di Kawasan Lebih 100% PDB-nya, Tetapi Negara Ini Masih Bisa Melayani Rakyat
Malaysia Menjadi Pasar Otomotif Terbesar Kedua di ASEAN, Bagaimana Nasib Indonesia??
Alasan Rusia Menangguhkan Pengiriman BBM ke Luar Negeri Meskipun Pendapatannya Besar
Rusia Tangguhkan Larangan Ekspor Bensin Karena BBM Masih Melimpah
Iran Berduka Setelah Presiden Raisi Dinyatakan Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter
Ayatollah Ali Khamenei Meminta Rakyat Iran Tenang Pasca Kecelakaan Helikopter Presiden
Kecelakaan Helikopter Pemimpin Iran Mengagetkan Timur Tengah, Berikut Pernyataan Pihak Yang Berkonflik

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 11:27 WIB

Rusia Mengadakan Latihan Senjata Nuklir Sebagai Respon Pernyataan Negara Barat

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:33 WIB

Memiliki Utang Luar Negeri Terbesar di Kawasan Lebih 100% PDB-nya, Tetapi Negara Ini Masih Bisa Melayani Rakyat

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:26 WIB

Malaysia Menjadi Pasar Otomotif Terbesar Kedua di ASEAN, Bagaimana Nasib Indonesia??

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:53 WIB

Alasan Rusia Menangguhkan Pengiriman BBM ke Luar Negeri Meskipun Pendapatannya Besar

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:46 WIB

Rusia Tangguhkan Larangan Ekspor Bensin Karena BBM Masih Melimpah

Senin, 20 Mei 2024 - 17:46 WIB

Iran Berduka Setelah Presiden Raisi Dinyatakan Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter

Senin, 20 Mei 2024 - 09:34 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Meminta Rakyat Iran Tenang Pasca Kecelakaan Helikopter Presiden

Senin, 20 Mei 2024 - 09:32 WIB

Kecelakaan Helikopter Pemimpin Iran Mengagetkan Timur Tengah, Berikut Pernyataan Pihak Yang Berkonflik

Berita Terbaru

Uncategorized

Mobil SYL Disita KPK Saat Disembunyikan di Lahan Kosong Makasar

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:34 WIB