Keberatan Membayar Hutang Sebesar 6,9 Triliun KAI Minta Pertolongan Pemerintah

- Jurnalis

Rabu, 24 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah ramai dibicarakan pada saat hari raya lebaran Iduf Fitri terkait dengan arus mudik dan balik masyarakat.

Kali ini Kereta Api Indonesia lembali heboh dengan nuansa dan irama yang berbeda dengan sebelumnya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sedang meminta dukungan fiskal kepada pemerintah, tentunya dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang dilakukan untuk biaya proyek Kereta Cepat (KA Cepat) Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Baca Juga :  Mobil SYL Disita KPK Saat Disembunyikan di Lahan Kosong Makasar

Karena KAI harus menanggung beban utang sebesar Rp 6,9 triliun dari China Bank Development (CDB).

Hutang itu dilaukan untuk pembayaran pembengkakan biaya proyek kereta cepat tersebut.

“Kereta Api Cepat itu sebenarnya lead konsorsium, tidak hanya pihak KAI yang setor modal, namun asetnya masuk ke dalam buku Kereta Api.

Itu berarti bahwa kalau asetnya masuk buku kereta api, utangnya masuk Kereta Api juga,”.

Hal tersebut diucapkan oleh EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto saat media gathering di Jakarta, Senin (22/4).

Baca Juga :  Indonesia Dipercaya Mewakili 80% Perdagangan dan Investasi Dunia Setelah Berbagung OECD

Negara Indonesia dengan China menyepakati semua cost overrun Whoosh sebesar USD 1,2 miliar atau Rp 18,2 triliun.

kemudian dibayar dengan menggunakan utang dari CDB dan setoran ekuitas konsorsium China.

Disatu sisi KAI merupakan pemegang saham utama (51,37 persen) PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan hasil bentukan dari konsorsium BUMN.

Berita Terkait

Indonesia Dipercaya Mewakili 80% Perdagangan dan Investasi Dunia Setelah Berbagung OECD
Bandara Internasional Indonesia Berdasarkan Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 31/2024
Sejarah Harkitnas Dan Faktor Pendorong Kebangkitan Nasional Pasca Penjajahan
Syarat Mengajukan Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Dan BPJS Ketenaga Kerjaan Bagi Karyawan Yang Berhenti Kerja
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik 5,11% Pada Kuartal I-2024, Ini dia Faktor Penyebabnya
Pemilu Satu Putaran Tahun 2024 Menghemat APBN Rp12,3 triliun
KAI UNtung 88 Miliar Selama Lebaran 2024, Sumber Pendapatannya Berasal dari Jabodetabek
Kemenperin Menyelesaikan Regulasi Penguat Untuk Melindungi Industri Dalam Negeri

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:36 WIB

Indonesia Dipercaya Mewakili 80% Perdagangan dan Investasi Dunia Setelah Berbagung OECD

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:31 WIB

Bandara Internasional Indonesia Berdasarkan Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 31/2024

Senin, 20 Mei 2024 - 15:40 WIB

Sejarah Harkitnas Dan Faktor Pendorong Kebangkitan Nasional Pasca Penjajahan

Senin, 13 Mei 2024 - 11:10 WIB

Syarat Mengajukan Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Dan BPJS Ketenaga Kerjaan Bagi Karyawan Yang Berhenti Kerja

Senin, 6 Mei 2024 - 17:21 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik 5,11% Pada Kuartal I-2024, Ini dia Faktor Penyebabnya

Sabtu, 27 April 2024 - 18:45 WIB

Pemilu Satu Putaran Tahun 2024 Menghemat APBN Rp12,3 triliun

Rabu, 24 April 2024 - 15:20 WIB

KAI UNtung 88 Miliar Selama Lebaran 2024, Sumber Pendapatannya Berasal dari Jabodetabek

Rabu, 24 April 2024 - 10:44 WIB

Keberatan Membayar Hutang Sebesar 6,9 Triliun KAI Minta Pertolongan Pemerintah

Berita Terbaru

Uncategorized

Mobil SYL Disita KPK Saat Disembunyikan di Lahan Kosong Makasar

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:34 WIB