Kemenperin Menyelesaikan Regulasi Penguat Untuk Melindungi Industri Dalam Negeri

- Jurnalis

Senin, 22 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah sedang membuat peraturan terbaru terkait dengan perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat atau perusahaan.

Pekerjaan ini ditangani oleh kementerian terkait yang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk hasil yang sempurna.

Terpantau Kementerian Perindustrian sedang menyelesaikan penyusunan hampir seluruh peraturan pendukung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk memperkuat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023.

Pihak Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Pengawasan dan juga Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menerangkan,

Baca Juga :  Tradisi Lebaran Idul Fitri Yang Hilang di Palestina,

Selesainya penguatan regulasi ini menunjukan bukti dan upaya pemerintah melindungi industri dalam negeri.

“Saat ini telah ada regulasi dan peraturan pendukung berbentuk kriteria teknis berupa peraturan Menteri Perindustrian untuk komoditas industri, sesuai arahan dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden,” ucapnya hari Senin (22/4/2024).

Namun Febri menjelaskan terdapat peraturan yang masih belum selesai disusun yakni persetujuan teknis (Pertek) untuk komoditas ban.

Kemudian komoditas lainnya seperti pemrosesan permintaan impor produk hilir sudah berjalan melalui portal INSW (Indonesia National Single Window).

“Penyelesaian peraturan ini biasanya membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan untuk mendapat nomor perundangannya,

Baca Juga :  Pernyataan BULOG Terkait Rencana Impor Beras Tahun 2024, Tergantung Musim dan Tingkat Produksi Petani

Setelah itu peraturan tersebut dapat digunakan sebagai dasar hukum untuk menjalankan kebijakan,” ucapnya.

Menurut Febri, komoditas impor yang memerlukan Pertek sebagian merupakan produk akhir industri.

Sedangkan untuk sektor bahan baku hingga saat ini masih lancar karena tidak ada pengaturan larangan terbatas (lartas).

Dalam hal ini Kemenperin memberikan jaminan bahwa bahan baku dan bahan penolong dijamin tersedia dengan proses penerbitan Pertek yang cepat, yaitu maksimal selama lima hari kerja.

Berita Terkait

Indonesia Dipercaya Mewakili 80% Perdagangan dan Investasi Dunia Setelah Berbagung OECD
Bandara Internasional Indonesia Berdasarkan Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 31/2024
Sejarah Harkitnas Dan Faktor Pendorong Kebangkitan Nasional Pasca Penjajahan
Syarat Mengajukan Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Dan BPJS Ketenaga Kerjaan Bagi Karyawan Yang Berhenti Kerja
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik 5,11% Pada Kuartal I-2024, Ini dia Faktor Penyebabnya
Pemilu Satu Putaran Tahun 2024 Menghemat APBN Rp12,3 triliun
KAI UNtung 88 Miliar Selama Lebaran 2024, Sumber Pendapatannya Berasal dari Jabodetabek
Keberatan Membayar Hutang Sebesar 6,9 Triliun KAI Minta Pertolongan Pemerintah

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:36 WIB

Indonesia Dipercaya Mewakili 80% Perdagangan dan Investasi Dunia Setelah Berbagung OECD

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:31 WIB

Bandara Internasional Indonesia Berdasarkan Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 31/2024

Senin, 20 Mei 2024 - 15:40 WIB

Sejarah Harkitnas Dan Faktor Pendorong Kebangkitan Nasional Pasca Penjajahan

Senin, 13 Mei 2024 - 11:10 WIB

Syarat Mengajukan Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Dan BPJS Ketenaga Kerjaan Bagi Karyawan Yang Berhenti Kerja

Senin, 6 Mei 2024 - 17:21 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik 5,11% Pada Kuartal I-2024, Ini dia Faktor Penyebabnya

Sabtu, 27 April 2024 - 18:45 WIB

Pemilu Satu Putaran Tahun 2024 Menghemat APBN Rp12,3 triliun

Rabu, 24 April 2024 - 15:20 WIB

KAI UNtung 88 Miliar Selama Lebaran 2024, Sumber Pendapatannya Berasal dari Jabodetabek

Rabu, 24 April 2024 - 10:44 WIB

Keberatan Membayar Hutang Sebesar 6,9 Triliun KAI Minta Pertolongan Pemerintah

Berita Terbaru

Uncategorized

Mobil SYL Disita KPK Saat Disembunyikan di Lahan Kosong Makasar

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:34 WIB