Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia

- Jurnalis

Selasa, 11 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemerdekaan Indonesia diraih dengan penuh keringat dan air mata karena harus melakukan perlawanan kepada penjajah kolonial.

Dalam pertempuran yang terjadi, para pejuang dan pahlawan menggunakan alat seadanya bahkan ada yang memakai bambu runcing.

Tetapi keterbatasan peralatan perang tidak membuat para pejuang menyerah, namun mereka mengorbankan jiwa dan raga demi Indonesia merdeka.

Semasa muda Bung Karno sudah memiliki banyak wawasan dan pandangan untuk membangun sebuah negara.

Tetapi negara bisa terbentuk jika memiliki beberapa komponen yang harus dipenuhi diantaranya adalah dasar negara, struktur pemerintahan, dan wilayah atau rakyat.

Bung Karno memiliki pandangan tentang kondisi sosial masyarakat yang selalu dirugikan dan ditindas oleh sebuah sistem, dengan beberapa istilah yakni.

Baca Juga :  Kisah Aristoteles Bapak Ilmu Pengetahuan Dari Negeri Para Dewa Yang Mempengaruhi Dunia

MARHAEN adalah rakyat yang miskin atau yang telah dimiskinkan oleh sistem KAPITALISME dan penjajahan dalam segala bentuk dan manifestasinya.

MARHAENIS adalah setiap orang yang berjuang bersama dan membela nasib kaum marhaen serta mengangkat derajat dan martabatnya dari kondisi miskin, melarat menjadi makmur dan sejahtera lahir dan batin (bebas merdeka, berdaulat dan menjadi tuan di negeri sendiri).

MARHAENISME merupakan Paham, ideologi, teori perjuangan dan praktik perjuangan untuk mengangkat derajat dan martabat kaum marhaen Indonesia dari belenggu penjajahan politik, ekonomi dan kebudayaan dalam segala bentuk dan manifestasinya untuk bebas merdeka dan berdaulat.

Baca Juga :  Warga Cipaku Bogor Diduga Keracunan, Sebanyak 71 Orang Menjadi Korban

Dalam praktiknya MARHAENISME adalah keseluruhan ajaran Bung Karno, baik sebagai ideolog, politikus maupun negarawan, yang tertulis maupun lisan yang harus diterapkan sesuai dengan perkembangan zaman masa kini dan masa mendatang.

Marhaenisme diterjemahkan sebagai “sosio-nasionalisme” dan “sosio-demokrasi”.

SOSIO-NASIONALISME adalah rasa kebangsaan yang terbentuk karena persamaan nasib dan kepentingan.

Bung Karno mengakui perbedaan di antara umat manusia, namun menentang kolonialisme dan kapitalisme.

Sedangkan SOSIO-DEMOKRASI adalah mengakui hak setiap individu untuk hidup sejahtera bersama yang lain.

Berita Terkait

Desa Bisa Menjadi Kekuatan Memberantas Korupsi di Indonesia, Berikut Pernyataan KPK
Badan Logistik Nasional Diperlukan Untuk Pertumbuhan Ekonomi, Berikut Pernyataan ALFI
Sejarah Hari Krida Pertanian Dan Tantangan Petani Muda Untuk Konsisten Dalam Bertani
Napak Tilas Pemikiran Pahlawan Dan Semangat Untuk Mendirikan Bangsa Yang Merdeka
Bupati Jember 2024 Harus Berasal Dari Kader Partai Politik Yang Memiliki Kualitas Demi Kesejahteraan Rakyat
Prabowo Akan Meringankan UKT Karena Teriakan Mahasiswa, Pendidikan Sudah Menjadi Industri Kapitalisme
Saatnya Marhaenis Memimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 10:51 WIB

Desa Bisa Menjadi Kekuatan Memberantas Korupsi di Indonesia, Berikut Pernyataan KPK

Rabu, 3 Juli 2024 - 11:57 WIB

Badan Logistik Nasional Diperlukan Untuk Pertumbuhan Ekonomi, Berikut Pernyataan ALFI

Jumat, 21 Juni 2024 - 10:09 WIB

Sejarah Hari Krida Pertanian Dan Tantangan Petani Muda Untuk Konsisten Dalam Bertani

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:33 WIB

Napak Tilas Pemikiran Pahlawan Dan Semangat Untuk Mendirikan Bangsa Yang Merdeka

Selasa, 11 Juni 2024 - 09:26 WIB

Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia

Berita Terbaru