Pahlawan Pendidikan Menukar Kebebasan Hidup Dengan Pendidikan, Pengasingan Hanya Menjadi Jarak Namun Tidak Menghambat Perlawanan

- Jurnalis

Jumat, 24 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pendidikan yang ada di Indonesia saat ini merupakan hasil dari jiwa patriotisme pahlawan yang berjuang untuk mendapatkan keadilan.

Keadilan yang dimaksud adalah mendapatkan perlakuan yang sama dari pihak penjajah masa lalu terutama dalam bidang pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini disebabkan oleh besarnya pengaruh penjajah yang menginginkan bangsa Indonesia hanya sebagai penyedia dan kuli di negeri sendiri.

Kaum kolonial mengambil kekayaan alam Indonesia hanya untuk dibawa pulang ke Negaranya sendiri dan kaum pribumi dibayar dengan gaji kuli.

Melihat peristiwa sosial yang seperti itu kaum pergerakan melakukan terobosan untuk menuntut kemerdekaan meskipun harus berada di dalam jeruji besi.

Oleh sebab itu Perjuangan para pahlawan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sudah dimulai sejak sebelum Indonesia merdeka.

Kejamnya tekanan dari penjajah namun tidak mengurangi semangat dan kata hati yang menginginkan pemerataan pendidikan.

Baca Juga :  Informasi Beasiswa BSI Scholarship Inspirasi 2023, Khusus Bagi Mahasiswa Berkarakter Kuat

Para pahlawan berpikir rasional bahwa hanya dengan pendidikan maka Indonesia bisa merdeka dan melepaskan belenggu dari penjajah.

Salah satunya yakni sang pahlawan Ki Hajar Dewantara yang merupakan tokoh pelopor pendidikan di Indonesia sejak dahulu.

Beliau lahir dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang berasal dari keluarga Keraton Yogyakarta.

Meskipun berasal dari keluarga bangsawan, Ki Hajar Dewantara tetap aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai seorang pendidik dari Perguruan Taman Siswa, sebuah organisasi pendidikan pertama bagi pribumi untuk mendapatkan pendidikan formal.

Atas jasa – jasanya, Ki Hajar Dewantara dianggap sebagai sosok penting dalam dunia pendidikan Indonesia dan mendapatkan gelar Bapak Pendidikan Indonesia.

Biografi Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara atau dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta.

Beliau berasal dari keluarga ningrat dengan kepribadian sederhana dan sangat dekat dengan rakyat.

Baca Juga :  Ilmuan Matematika Islam Yang Berhasil Mempengaruhi Dunia Dengan Rumus Perhitungan

Pada pendidikan dasar, Ki Hajar Dewantara bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS) atau Sekolah Dasar Belanda selama 7 tahun di Yogyakarta.

Sekolah ini sebenarnya khusus bagi anak – anak keturunan Eropa, namun Ki Hajar Dewantara mendapat kesempatan mengenyam pendidikan disini.

Pasca lulus dari ELS, Ki Hajar Dewantara melanjutkan pendidikannya ke STOVIA, sekolah khusus kedokteran. Namun, beliau tidak menyelesaikan studinya karena kesehatannya yang memburuk.

Ki Hajar Dewantara mulai berkarir sejak beliau menjadi wartawan dan penulis dari surat kabar seperti Sedyotomo, Midden Java dan De Express.

Salah satu tulisan terkenal yang dibuat oleh Ki Hajar Dewantara adalah protesnya terhadap Belanda berjudul “Als Ik een Nederlander Was” atau andai aku seorang Belanda.

Tulisan ini dimuat dalam surat kabar De Express tahun 1913 milik Douwes Dekker dan berhasil menyadarkan masyarakat.

Berita Terkait

KPK Memantau Penerimaan Siswa Baru 2024, Mengajak Semua Pihak Untuk Melakukan Pengawasan
UNEJ Memberikan Dua Opsi Pengembalian UKT Bagi Mahasiswa Yang Sudah Membayar
Potret Cerita Kurikulum Merdeka Diperpanjang Tanpa Mengubah Substansi Acara
UKT Mahal Mahasiswa Turun Jalan Direspon OLeh Kementerian Pendidikan Melalui DPR
Rancangan Undang-Undang Pendidikan Kedokteran Bertujuan merevisi UU existing, UU Nomor 20 Tahun 2013
Komisi X DPR RI Berinisiatif Membentuk Panitia Kerja (Panja) Biaya Pendidikan
Profil Romo Franz Magnis Suseno Datang ke Indonesia Untuk Belajar Etika dan Teologi Jawa
Cara Membangun Kebiasaan Membaca Pada Anak Yang Harus Dilakukan Oleh Orang Tua

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 13:46 WIB

KPK Memantau Penerimaan Siswa Baru 2024, Mengajak Semua Pihak Untuk Melakukan Pengawasan

Rabu, 5 Juni 2024 - 12:45 WIB

UNEJ Memberikan Dua Opsi Pengembalian UKT Bagi Mahasiswa Yang Sudah Membayar

Jumat, 24 Mei 2024 - 18:15 WIB

Potret Cerita Kurikulum Merdeka Diperpanjang Tanpa Mengubah Substansi Acara

Jumat, 24 Mei 2024 - 18:10 WIB

Pahlawan Pendidikan Menukar Kebebasan Hidup Dengan Pendidikan, Pengasingan Hanya Menjadi Jarak Namun Tidak Menghambat Perlawanan

Selasa, 21 Mei 2024 - 16:45 WIB

UKT Mahal Mahasiswa Turun Jalan Direspon OLeh Kementerian Pendidikan Melalui DPR

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:26 WIB

Rancangan Undang-Undang Pendidikan Kedokteran Bertujuan merevisi UU existing, UU Nomor 20 Tahun 2013

Jumat, 17 Mei 2024 - 17:46 WIB

Komisi X DPR RI Berinisiatif Membentuk Panitia Kerja (Panja) Biaya Pendidikan

Sabtu, 11 Mei 2024 - 13:32 WIB

Profil Romo Franz Magnis Suseno Datang ke Indonesia Untuk Belajar Etika dan Teologi Jawa

Berita Terbaru