Pembentukan BPUPKI dan Hancurnya Jepang Karena Bom Atom Little Boy Sepanjang 3 meter

- Jurnalis

Sabtu, 4 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kondisi pribumi yang menjadi Romusha semakin tidak jelas kabar dan keberadaannya karena terbatasnya informasi.

Tidak heran jika pada waktu itu banyak keluarga yang kehilangan saudara yang menjadi korban kewajiban dari Jepang untuk kerja paksa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring berjalannya waktu geopolitik internasional semakin kacau dan tidak dapat diprediksi perjalanannnya.

Setiap negara membentuk organisasi keamanan untuk saling melindungi satu sama lain untuk membangun kekuatan bersama.

Baca Juga :  Tumbangnya Partai PPP Pada Pemilu 2024 dan Sejarah Didirikannya di Indonesia

Pada akhir tahun 1944 Jepang terdesak Perang Asia Timur Raya, dan bayang-bayang kekalahan Jepang mulai nampak.

Hal ini disebabkan karena seluruh garis pertahanan Jepang di Pasifik sudah dihancurkan oleh serangan sekutu.

Situasi kritis terjadi Pada 1 Maret 1945 Letnan Jendral Kumakici Harada seorang pimpinan pemerintah pendudukan Jepang di Jawa.

Memberikan pengumuman pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dengan anggota sebanyak 60 orang.

Tujuan dari pembentukan BPUPKI untuk menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka.

Baca Juga :  Pribumi Crazy Rich di Masa Penjajahan Mempunyai Harta Senilai Rp. 7 Triliun

Pada 29 April 1945 Pengangkatan pengurus BPUPKI diumumkan, jabatan ketua diduduki Dokter K.R.T. Radjiman Wediodiningrat.

Kemudia Jabatan ketua muda pertama dijabat oleh Shucokan Cirebon yang bernama Icibangase.

Posisi Kepala Sekretariat dijabat oleh R.P. Suroso dibantu Toyohito Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo.

Niat Jepang semakin serius terlihat pada tanggal 7 Agustus 1945, pemerintah pendudukan Jepang membubarkan BPUPKI, diganti dengan Panitia Persiapan Kemedekaan Indonesia (PPKI).

Berita Terkait

Mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi Meminta Masyarakat Bijaksana Menilai Pembunuhan Vina dan Eki
Pesawat Jatuh di Kawasan Lapangan Sunburst BSD Tangerang Selatan, Tiga Orang Meninggal Ditempat
Kapolres Malang Bergabung Dalam Doa Bersama Dipintu 13 Stadion Kanjuruhan
Pesawat Garuda Indonesia Mendarat Darurat Ketika Membawa Calon Jamaah Haji Dari Makasar
Megawati Soekarno Putri Dibelikan Sepatu Bata Oleh Bung Karno Saat TK
Perubahan Nama ‘Isa Almasih’ Menjadi ‘Yesus Kristus’ Karena Usulan Umat umat Kristen (Protestan) dan Katolik
Kisah Cinta B.J. Habibie Dan Ainun Yang Setia Menemani Selama 48 Tahun
Pihak Pabrik Sepatu Bata Akan Memberikan Hak Karyawan Yang di PHK

Berita Terkait

Selasa, 21 Mei 2024 - 15:20 WIB

Mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi Meminta Masyarakat Bijaksana Menilai Pembunuhan Vina dan Eki

Senin, 20 Mei 2024 - 15:42 WIB

Pesawat Jatuh di Kawasan Lapangan Sunburst BSD Tangerang Selatan, Tiga Orang Meninggal Ditempat

Senin, 20 Mei 2024 - 13:09 WIB

Kapolres Malang Bergabung Dalam Doa Bersama Dipintu 13 Stadion Kanjuruhan

Jumat, 17 Mei 2024 - 16:51 WIB

Pesawat Garuda Indonesia Mendarat Darurat Ketika Membawa Calon Jamaah Haji Dari Makasar

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:38 WIB

Megawati Soekarno Putri Dibelikan Sepatu Bata Oleh Bung Karno Saat TK

Senin, 13 Mei 2024 - 11:08 WIB

Perubahan Nama ‘Isa Almasih’ Menjadi ‘Yesus Kristus’ Karena Usulan Umat umat Kristen (Protestan) dan Katolik

Minggu, 12 Mei 2024 - 16:22 WIB

Kisah Cinta B.J. Habibie Dan Ainun Yang Setia Menemani Selama 48 Tahun

Minggu, 12 Mei 2024 - 10:58 WIB

Pihak Pabrik Sepatu Bata Akan Memberikan Hak Karyawan Yang di PHK

Berita Terbaru

Uncategorized

Mobil SYL Disita KPK Saat Disembunyikan di Lahan Kosong Makasar

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:34 WIB