Politik Dan Keterkaitan Dengan Politik

- Jurnalis

Minggu, 14 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Penulis Bahari Aden

Foto Penulis Bahari Aden

Politik adalah alat untuk membuat rakyat menjadi makmur dan sejahtera, tapi tujuan awal ini telah dilencengkan oleh kelompok kelompok materialis dengan menggunakan ideologi kapitalis, liberalis dan membuat monopoli pada bidang bidang yang sangat dibutuhkan oleh sebuah bangsa didunia seperti mineral mineral bumi.

Mereka melakukannya dengan penaklukan wilayah, kolonialisme, menghancurkan budaya budaya yang ada dalam masyarakat melalui pelarangan acara ritual, yang mengikat mereka pada sebuah kepercayaan pada kebaikan, melawan penindasan, membuat budaya baru yang dijadikan kebiasaan pada masyarakat dalam keseharian mereka, serta dimasukan lewat pembentukan tetua tetua adat dikontrol oleh penjajah, termasuk kebebasan berpikir menurut cara dan kehendak sang penakluk.

Dengan bantuan sekolah sekolah buatan asing memperkenalkan budaya asing termasuk pemikirannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini dilakukan oleh pihak barat secara merata diberbagai belahan dunia ditiap tiap daerah taklukan.

Hal tersebut berlangsung berabad abad lamanya dan mereka hampir berhasil melakukan hal tersebut, tapi ada perubahan perubahan dalam negara jajahan karena mulai melawan setiap tindakan yang akan menghilangkan identitas budaya bangsanya.

Baca Juga :  Cara Kuliah di Universitas Indonesia Dengan Biaya Rendah, Prestasi dan Nilai Raport Menjadi Penentu

Khususnya Indonesia, banyak para pelajar yang mengenyam pendidikan ala barat.

Dimana mereka ada kesadaran muncul terhadap perbandingan negaranya dengan tempat mereka bersekolah, mereka dirasiskan oleh para guru pengajar, cara penilaian ujian walaupun soal soal benar tapi poin didapati lebih rendah daripada teman teman warga negara setempat.

Tidak ada penghargaan atas kecerdasan maupun kebaikan yang dilakukan para pelajar Indonesia.

Setelah kembali ke Indonesia, mereka mengadakan sekolah sekolah gratis, bertindak mengasah ketajaman berpikir nasyarakat setempat, agar mulai mengajarkan huruf, membaca dan nyanyian nyanyian serta bercerita tentang perlawanan bangsa jajahan terhadap kolonialisme.

Tapi Belanda menggunakan pelarangan pelarangan bumi putra dengan kebijakan Gubernur Jendral Hindia terhadap yang dilakukan para penyadar perlawanan lewat politik, yaitu kebijakan.

Baca Juga :  Napak Tilas Pemikiran Pahlawan Dan Semangat Untuk Mendirikan Bangsa Yang Merdeka

Akhirnya bergerak lewat bawah tanah, sebagian lagi tetap melakukan aksi seperti biasanya. Lewat pendidikan yang dilakukan oleh para perlawanan maka muncul hal baru berdirilah berbagai organisasi massa.

Hingga memperluas jaringan anti kolonialis keseluruh Nusantara, dengan hasil 1928 lahirlah gerakan pemuda yang mengkreasikan bertanah air satu … berbangsa satu … dan berbahasa satu Indonesia raya… dilanjutkan dengan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Semua aksi ini dilakukan oleh para pemuda baik yang sekolah ditingkat lokal maupun diluar negeri.

Tentunya tak terlepas dari aksi aksi politik dan kebijakan politik yang ingin melepaskan diri terhadap kolonialisme.

Hal yang sama dilakukan oleh Soeharto disaat penggulingan Soekarno, dengan penolakan Nawaksara (pelaporan hasil kegiatan kegiatan negara yang telah dilakukan Presiden selama ia berkuasa dihadapan MPR) dengan kebijakan ketetapan MPR Nasution memberhentikan Soekarno digantikan Soeharto sebagai mandataris MPR.

Berita Terkait

Sejarah Hari Krida Pertanian Dan Tantangan Petani Muda Untuk Konsisten Dalam Bertani
Napak Tilas Pemikiran Pahlawan Dan Semangat Untuk Mendirikan Bangsa Yang Merdeka
Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia
Bupati Jember 2024 Harus Berasal Dari Kader Partai Politik Yang Memiliki Kualitas Demi Kesejahteraan Rakyat
Prabowo Akan Meringankan UKT Karena Teriakan Mahasiswa, Pendidikan Sudah Menjadi Industri Kapitalisme
Saatnya Marhaenis Memimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian
Jawa Timur Memilih Gubernur 2024 Yang Berani Menjamin Keadilan Dan Perlindungan Sosial Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 10:09 WIB

Sejarah Hari Krida Pertanian Dan Tantangan Petani Muda Untuk Konsisten Dalam Bertani

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:33 WIB

Napak Tilas Pemikiran Pahlawan Dan Semangat Untuk Mendirikan Bangsa Yang Merdeka

Selasa, 11 Juni 2024 - 09:26 WIB

Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia

Sabtu, 1 Juni 2024 - 16:00 WIB

Bupati Jember 2024 Harus Berasal Dari Kader Partai Politik Yang Memiliki Kualitas Demi Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 25 Mei 2024 - 10:32 WIB

Prabowo Akan Meringankan UKT Karena Teriakan Mahasiswa, Pendidikan Sudah Menjadi Industri Kapitalisme

Senin, 20 Mei 2024 - 17:50 WIB

Saatnya Marhaenis Memimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Senin, 20 Mei 2024 - 15:54 WIB

Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian

Minggu, 12 Mei 2024 - 15:39 WIB

Jawa Timur Memilih Gubernur 2024 Yang Berani Menjamin Keadilan Dan Perlindungan Sosial Masyarakat

Berita Terbaru