Pusat Kajian Marhaenis: Krisis Regenerasi Petani Disebabkan Ketidakpastian Sistem Agraria

- Jurnalis

Selasa, 16 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Sugiono Ketua Divisi Advokasi Petani

Foto Sugiono Ketua Divisi Advokasi Petani

Kehidupan petani sekarang berbeda dengan konsep dan gagasan hasil pemikiran para tokoh-tokoh bijak masa lalu.

Nasib petani sepertinya tidak berubah karena mereka hidup pada sistem agraria penuh dengan ketidakpastian.

Misalnya ketika budidaya tanaman di lahan atau sawah sudah tumbuh dengan hasil yang maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetapi nilai jual hasil panen berada pada harga yang murah bahkan tidak mencukupi untuk mengembalikan modal usaha.

Diperparah dengan perubahan harga komoditas yang terjadi sangat cepat hanya dalam hitungan hari.

Baca Juga :  Prestasi China di Luar Angkasa Makin Gemilang sejak 2019 Membuat NASA Khawatir

Dikabupaten Nganjuk pernah ada petani yang menangis histeris karena menjadi korban perubahan harga panen.

Konon dia menanam kubis dengan modal usaha dapat pinjam dari tetangga dan saudara.

Dia merawat tanaman kubis itu dengan penuh kasih sayang sambil berharap harganya tinggi.

Beberapa bulan aktifitasnya hanya berdoa dan kesawah untuk mengontrol tanaman tersebut.

Ketika terjadi serangan hama dan penyakit, petani itu segera mencari pinjaman uang untuk membeli obat.

Meskipun agak malu karena berhutang ditengah ketidak pastian harga panen, tetapi dia sukses memastikan orang yang akan dipinjami uang.

Baca Juga :  Cara Mengelola Waktu Istirahat Saat Bekerja Agar Pikiran Tenang Dan Mencapai Target

Sampai akhirnya tanaman yang sakit tersebut di semprot dengan pestisida dan perlahan sembuh.

Pada saat panen tiba ternyata harga kubis yang diharapkannya merosot tajam, bahkan tidak mencukupi untuk mengembalikan modal.

Tetapi pada saat itu juga banyak orang datang untuk menagih hutang yang dipinjam untuk budidaya.

Tanpa pikir panjang dia menjual kubis itu dengan harga murah dengan menjanjikan kekurangan pembayaran hutang.

Berita Terkait

Sejarah Hari Krida Pertanian Dan Tantangan Petani Muda Untuk Konsisten Dalam Bertani
Napak Tilas Pemikiran Pahlawan Dan Semangat Untuk Mendirikan Bangsa Yang Merdeka
Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia
Bupati Jember 2024 Harus Berasal Dari Kader Partai Politik Yang Memiliki Kualitas Demi Kesejahteraan Rakyat
Prabowo Akan Meringankan UKT Karena Teriakan Mahasiswa, Pendidikan Sudah Menjadi Industri Kapitalisme
Saatnya Marhaenis Memimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian
Jawa Timur Memilih Gubernur 2024 Yang Berani Menjamin Keadilan Dan Perlindungan Sosial Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 10:09 WIB

Sejarah Hari Krida Pertanian Dan Tantangan Petani Muda Untuk Konsisten Dalam Bertani

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:33 WIB

Napak Tilas Pemikiran Pahlawan Dan Semangat Untuk Mendirikan Bangsa Yang Merdeka

Selasa, 11 Juni 2024 - 09:26 WIB

Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia

Sabtu, 1 Juni 2024 - 16:00 WIB

Bupati Jember 2024 Harus Berasal Dari Kader Partai Politik Yang Memiliki Kualitas Demi Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 25 Mei 2024 - 10:32 WIB

Prabowo Akan Meringankan UKT Karena Teriakan Mahasiswa, Pendidikan Sudah Menjadi Industri Kapitalisme

Senin, 20 Mei 2024 - 17:50 WIB

Saatnya Marhaenis Memimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Senin, 20 Mei 2024 - 15:54 WIB

Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian

Minggu, 12 Mei 2024 - 15:39 WIB

Jawa Timur Memilih Gubernur 2024 Yang Berani Menjamin Keadilan Dan Perlindungan Sosial Masyarakat

Berita Terbaru