Real Count Terkini Hari Senin Tanggal 19/2/2024 Pukul 08.00 WIB

- Jurnalis

Senin, 19 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perhitungan suara pemilu 2024 menjadi topik yang sangat dinanti masyarakat.

Semua kalangan juga tertarik untuk membicarakan peristiwa pemilu yang sudah berlangsung.

Meskipun pemilihan presiden (pilpres) sudah dilaksanakan pada hari Rabu (14/2/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim redaksi Marhaenis.com telah merangkum hasil real count terkini.

Baca Juga :  China Desak Iran Untuk Mengamankan Bisnis Mereka Yang Lewat Laut Merah

Yang dikutip berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Diektahui ada tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bertarung dalam pilpres 2024.

Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Nomor 1.

Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka Nomor 2.

Baca Juga :  Penyebab Pesawat Terbang TNI AU Jatuh Karena Diduga Menabrak Tebing

kemudian Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapat nomor urut 3.

Terpantau hingga hari Senin tanggal (19/2/2024) pukul 08.00 WIB.

Sebanyak 70,47% data Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah tertampung.

Suara Prabowo-Gibran kokoh berada diposisi atas dibandingkan dengan dua pasangan calon lain.

Berita Terkait

Narapidana Beragama Buddha Mendapat Remisi Waisak 2024, 8 Orang Langsung Bebas
Mahkamah Konstitusi Mengugurkan Perkara Hasil Pileg 2024, Berikut Ulasannya
Jokowi Mengenalkan Prabowo Sebagai Presiden Terpilih Pada Pembukaan World Water Forum
Kenaikan Tarif PPN Menjadi 12 persen, Berikut Tanggapan DPR RI Terkait Kenaikan Tersebut
KIA Menjadi Syarat Wajib PPDB di Kota Bekasi, Berikut Penjelasan Kepala Dinas Terkait
KPU Jatim menerima kucuran dana hibah sebesar Rp 845 miliar dari pemerintah. Dana itu untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 a
Merajut Silaturahmi Aliansi Wartawan Selatan Gelar Halal Bihalal
Dasar Penolakan Dewan Pers Terhadap RUU Penyiaran, Berpotensi Hilangnya Hak Kebebasan Media Dan Tumpang Tindih Dalam Penyelesaian Sengketa