Resiko Politik yang Sering Terjadi Dalam Pemilihan Umum

- Jurnalis

Sabtu, 1 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilihan umum adalah proses penting dalam demokrasi di mana rakyat memilih wakil-wakil mereka untuk memegang jabatan politik. Banyak harapan yang dititipkan kepada calon wakil rakyat mulai dari peningkatan taraf kehidupan,perbaikan sarana dan prasarana,kemudahan dalam mengurus administrasi serta terkendalinya harga kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan hidupnya.

Dalam proses pemilihan umum,pertikaian pendapat karena arus propaganda seringkali terjadi,maka tidak heran jika pada saat suhu politik memanas pendukung dari calon perwakilan menjadi brutal dengan mengandalkan emosi dan menghilangkan kesabaran karena takut ketinggalan momentum politik yang menentukan keterwakilan calon mereka.

Kondisi sosial masyarakat rentan terpecah belah jika tidak segera diantisipasi oleh pihak yang mempunyai wewenang didalamnya,dampak yang paling jelek adalah ketika kontestasi politik sudah selesai dan yang mereka dukung sudah berdamai,ternyata dikalangan akar rumput masih tersekat sekat tidak segera mencair seperti tokoh yang rakyat sanjung.

Kemelut itu tidak hanya terjadi di luar gelanggang partai politik,bahkan tokoh yang berada didalam satu bendera juga sering dalam kondisi tegang karena ketakutan kehilangan suara yang berakibat pada karir dan masa depannya dalam politik. Demokrasi yang menghendaki suara terbanyak sebagai pemenang menciptakan situasi social semakin rentan dengan perpecahan karena cara dan strategi untuk menang yang terkadang tidak meninjau sisi kemanusiaan.

Baca Juga :  Deretan artis Papan Atas Indonesia Yang Dilaporkan ke Bareskrim Polri Terkait Jud* Online

Memakai jurus jual beli suara bisa menjadi salah satu jurus kemenangan yang dilakukan oleh orang yang kaya untuk memuluskan hasrat politik,bahkan ada anekdot yang mengatakan bahwa harga suara seperti harga satu bungkus rokok ternama,padahal effect yang ditimbulkan sangat besar.

Semua subjek dan objek dalam pemilihan umum seakan akan membawa resiko yang bisa menggagalkan kepentingan orang atau kelompok dalam momentum pemilihan umum sangat wajar jika dalam situasi ini semua orang saling curiga dalam senyuman.

Risiko utama dalam pemilihan umum adalah manipulasi pemilu. Hal ini dapat mencakup kecurangan dalam proses pemungutan suara, pemalsuan hasil, intimidasi pemilih, atau pengaruh yang tidak adil dari pihak-pihak tertentu. Manipulasi semacam itu dapat merusak integritas pemilihan dan mempengaruhi hasilnya.

Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang objektif dan seimbang kepada pemilih. Namun, risiko politik muncul ketika media tidak netral dan cenderung memberikan liputan yang bias atau terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi publik dan mempengaruhi hasil pemilihan.

Baca Juga :  Menteri Perdagangan Membatasi Pengguna TikTok Untuk Dagangan Langsung

Kampanye politik yang negatif dan penuh serangan dapat memicu polarisasi dan memperburuk iklim politik. Ketika peserta pemilu menggunakan kampanye negatif untuk merusak reputasi lawan politiknya daripada berfokus pada isu substansial, hal ini dapat merusak integritas pemilihan dan memengaruhi opini publik.

Risiko politik juga melibatkan kecurangan keuangan selama pemilihan umum. Praktik seperti penggunaan dana kampanye yang tidak sah, korupsi, atau pengaruh keuangan yang tidak adil dapat merusak prinsip kesetaraan dalam pemilihan dan menguntungkan pihak-pihak tertentu dengan sumber daya yang lebih besar.

Pemilihan umum dapat menjadi pemicu ketidakstabilan politik dan konflik. Terutama dalam situasi di mana pemilihan diwarnai oleh ketegangan politik, kesenjangan sosial yang tajam, atau kelompok-kelompok yang bersaing untuk kekuasaan, risiko konflik politik dan kekerasan dapat meningkat.

Penting untuk mengatasi risiko politik dalam pemilihan umum melalui pengawasan yang ketat, partisipasi masyarakat yang kuat, pemantauan independen, dan regulasi yang memadai. Dalam sebuah demokrasi yang kuat, penting untuk memastikan bahwa pemilihan umum berlangsung secara adil, bebas, dan transparan untuk menjaga integritas sistem politik dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

 

Berita Terkait

Eri Cahyadi dan Armuji Mendapat Rekomendasi Partai Demokrat, Kepemimpinan Yang Memuaskan Masyarakat Surabaya
Hasil Hitung Pemungutan Suara Ulang Sumetera Barat DPD RI, Ada Calon Kuat Yang Terancam Tidak Lolos Ke Senayan
Ahok Bisa Menjadi Nominasi PDIP Dalam Pilkada DKI Jakarta, Elektabilitasnya Terus Meningkat
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak Mendapat Rekomendasi Dari PKS Pada Pilkada Jawa Timur, Koalisi Semakin Gemuk
Calon Gubernur Yang Mendapat Rekomendasi Dari Partai Golkar Pada Pilkada 2024, Dulu Oposisi Sekarang Menjadi Koalisi
Pupuk Hayati Pucamadu dan Bioratu Siap Menjadi Jawaban Permasalahan Petani
Kualitas Pelayanan Masyarakat Terus Menjadi Perhatian Ombudsman, OECD Menjadi Mitra Diskusi Penguatan Penilaian Kepatuhan Standar
Sistem Demokrasi Indonesia Mendapat Evaluasi Dari Berbagai Pihak, Berikut Hasil Diskusi Bamsoet dan AHY

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 16:09 WIB

Eri Cahyadi dan Armuji Mendapat Rekomendasi Partai Demokrat, Kepemimpinan Yang Memuaskan Masyarakat Surabaya

Minggu, 21 Juli 2024 - 16:05 WIB

Hasil Hitung Pemungutan Suara Ulang Sumetera Barat DPD RI, Ada Calon Kuat Yang Terancam Tidak Lolos Ke Senayan

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:43 WIB

Ahok Bisa Menjadi Nominasi PDIP Dalam Pilkada DKI Jakarta, Elektabilitasnya Terus Meningkat

Jumat, 19 Juli 2024 - 10:49 WIB

Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak Mendapat Rekomendasi Dari PKS Pada Pilkada Jawa Timur, Koalisi Semakin Gemuk

Jumat, 19 Juli 2024 - 10:46 WIB

Calon Gubernur Yang Mendapat Rekomendasi Dari Partai Golkar Pada Pilkada 2024, Dulu Oposisi Sekarang Menjadi Koalisi

Berita Terbaru