WAJAH PIMPINAN DESA

- Jurnalis

Kamis, 19 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kepala Desa adalah jabatan paling rendah dalam struktur pemerintahan Republik Indonesia.

Jabatan Kepala Desa identik dengan profesi Bidan Desa, tidak mengenal jam kerja dalam memberikan pelayanan, tidak peduli pagi, siang, malam bahkan dini haripun apabila ada masyarakat perlu pelayanan tidak bisa menolak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa tidak mengenal hari libur, hujan atau terik matahari tidak menjadikan alasan untuk tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Pada jaman dahulu jarang orang yang berminat untuk jabatan ini atau mungkin mimpipun tidak pernah terjadi.

Bahkan jabatan Kepala Desa lebih cenderung sebagai jabatan turun menurun, tidak sembarang orang bisa menjadi Kepala Desa.

Secara historis, mereka yang layak menurut penilaian masyarakat hanyalah seseorang dengan predikat “ kaya” ditandai dengan kepemilikan areal persawahan berhektar-hektar, lahan tegalan yang produktif dan sumber-sumber kekayaan lainnya.

Apabila kita perbincangkan kriteria atau parameter kekayaan untuk layak atau pantasnya seseorang menjadi kepala desa saat ini, pastilah tidak akan ada yang setuju atau bahkan akan diolok-olok, akan tetapi bagi mereka yang mengalami atau mau mendengarkan alasan yang mendasarinya pasti akan berfikir ulang, paling tidak bisa memahaminya.

Baca Juga :  Kampus Terbaik Bidang Ilmu Hukum di Indonesia Tahun 2024 Versi Scimago Institutions Rangkings

Untuk bisa jadi pemimpin di desa saat itu haruslah memiliki sifat dan sikap kedermawanan. Bagaimana mau memiliki sifat dan sikap tersebut apabila dirinya sendiri masih perlu bantuan orang lain.

Hubungan antara masyarakat dan pemimpinnya seumpama hubungan seorang anak dengan bapaknya, apapun yang dirasakan anaknya, terutama aspek pemenuhan ekonomi keluarganya pasti berharap ada perhatian dan bantuan bapaknya. Itulah gambaran relasi sosial dan politik yang terjadi.

Seorang tokoh yang sudah sepuh yang mengalami sendiri apa yang terjadi tentang pola hubungan dan kepemimpinan kepala desa saat itu dimana tanggung jawab yang begitu besar seorang kepala desa terhadap masyarakatnya.

Kepala desa secara rutin dan penuh kesabaran berkeliling ke rumah-rumah penduduk hanya sekedar untuk mencari tahu kesulitan warganya.

Tidak jarang Kepala Desa memberikan bantuan beras atau uang secara pribadi, bukan dari keuangan desa.

Jadi kekayaan yang dimiliki Kepala Desa melekat tanggung jawab sosial dan ekonomi yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang-orang atau keluarga pada umumnya.

Baca Juga :  Kereta Api Tambahan Disediakan Oleh PT KAI Selama Mudik Dan Balik Lebaran 2024

Sekarang mari kita kaitkan dengan keadaan saat ini apa masih relevan bicara kekayaan dengan syarat kepemimpinan Kepala Desa. Keadaan sudah berubah 360 derajat, yang diharapkan dari diri seorang Kepala Desa adalah kapabilitasnya sebagai seorang pemimpin.

Inilah yang membedakan tuntutan kepemimpinan Kepala Desa masa lalu dengan saat ini. Bahkan kekayaan yang dimiliki oleh calon kepala desa dengan kekayaan yang dimilikinya telah menjadikan semacam “ bisa ular” yang mematikan moral dan kepatutan.

Bukan rahasia lagi untuk mewujudkan ambisinya atau mimpi indahnya, tidak segan-segan membujuk masyarakat agar memilihnya dengan iming-iming uang atau sejenis dengan itu. Itulah yang kita kenal dengan terminologi dalam perpolitikan desa sebagai “ Money Politic”, orang sering menerjemahkan sebagai politik uang.

Akan tetapi sebenarnya padanan tersebut tidaklah tepat karena tidak menggambarkan perbuatannya. Terjemahan yang pas, yang menunjukan perbuatannya adalah “ suap politk” atau “ politik suap” karena perbuatan pidananya menurut undang-undang adalah berbentuk “ suap”.

Berita Terkait

Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia
Bupati Jember 2024 Harus Berasal Dari Kader Partai Politik Yang Memiliki Kualitas Demi Kesejahteraan Rakyat
Prabowo Akan Meringankan UKT Karena Teriakan Mahasiswa, Pendidikan Sudah Menjadi Industri Kapitalisme
Saatnya Marhaenis Memimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian
Jawa Timur Memilih Gubernur 2024 Yang Berani Menjamin Keadilan Dan Perlindungan Sosial Masyarakat
Jasa B.J. Habibie Dalam Perkembangan Teori Pesawat Terbang di Dunia
Hak Pengusaha Dan Karyawan Terkait PHK, Tidak Ada Aturan Yang Melindungi Pekerja Tanpa Kontrak

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 09:26 WIB

Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme Bung Karno, Ajaran Untuk Melawan Kapitalisme Demi Memanusiakan Manusia

Sabtu, 1 Juni 2024 - 16:00 WIB

Bupati Jember 2024 Harus Berasal Dari Kader Partai Politik Yang Memiliki Kualitas Demi Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 25 Mei 2024 - 10:32 WIB

Prabowo Akan Meringankan UKT Karena Teriakan Mahasiswa, Pendidikan Sudah Menjadi Industri Kapitalisme

Senin, 20 Mei 2024 - 17:50 WIB

Saatnya Marhaenis Memimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Senin, 20 Mei 2024 - 15:54 WIB

Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian

Minggu, 12 Mei 2024 - 15:39 WIB

Jawa Timur Memilih Gubernur 2024 Yang Berani Menjamin Keadilan Dan Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 12 Mei 2024 - 11:54 WIB

Jasa B.J. Habibie Dalam Perkembangan Teori Pesawat Terbang di Dunia

Minggu, 12 Mei 2024 - 11:17 WIB

Hak Pengusaha Dan Karyawan Terkait PHK, Tidak Ada Aturan Yang Melindungi Pekerja Tanpa Kontrak

Berita Terbaru