Warisan Budaya Buleleng Bali, Ada Yang Dibangun Oleh Cendekiawan Belanda

- Jurnalis

Selasa, 21 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peninggalan masa lalu seharusnya disimpan dengan baik agar keberadaannya tetap terjaga lestari.

Bahkan sebagai generasi bangsa seharusnya turut serta dalam melestarikan peninggalan zaman dahulu.

Agar generasi yang akan datang bisa mengetahui secara utuh kekayaan masa lalu dan juga ikut menjaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya di pulau Jawa saja yang kaya akan budaya, di Provinsi Bali juga banyak peninggalan zaman dahulu.

Berikut daftar peninggalan dan kebudayaan di Buleleng Bali.

1. MUSEUM BULELENG

Museum Buleleng ini berada di lingkungan Puri Seni Sasana Budaya Singaraja.

Baca Juga :  Eropa Mengancam China Dalam Sektor Kendaraan Listrik, Pajak Dinaikkan Hampir 50 Persen

Keberadaannya diresmikan bertepatan dengan HUT Kota Singaraja, Tumpek Wariga, 30 Maret 2002.

Museum Buleleng adalah museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan bukti material manusia atau lingkungan Bali Utara.

Banyak benda yang berkaitan dengan berbagai cabang seni, disiplin ilmu dan teknologi. Beberapa diantaranya adalah :

Benda-benda purbakala meliputi sarkofagus, stupa, patung, senjata dan lain-lain.

Benda-benda seni meliputi lukisan, kerajinan emas, perak, besi, tapel, barung gamelan, dan lain-lain.

Alat pertanian serta prototipe benda-benda seni yang disakralkan.

2. GEDONG KIRTYA

Gedong Kirtya berada di Jalan Veteran nomor 20 Singaraja.

Gedong dibangun atas usulan cendikiawan Belanda yakni F.A.Liefrink dan H.N. Van Der Tuuk.

Baca Juga :  Tesla Resmi Umumkan Peluncurkan Produk Robotaxi Pada 8 Agustus 2024, Berikut Pernyataan Elon Musk

Keduanya merupakan indiolog sekaligus baliolog Belanda penggiat kebudayaan, adat istiadat dan bahasa bali.

Usulan itu disambut baik oleh Resident Bali dan Lombok yang berkedudukan di Singaraja.

Kemudian sejak 2 Juni 1928 ditindaklanjuti dengan mendirikan sebuah yayasan yang dikemudian hari dikenal sebagai Gedong Kirtya.

Bangunan ini difungsikan untuk tempat mendepositkan naskah-naskah hasil karya para pujangga dari tokoh-tokoh zaman dahulu
Dimana tersebar disejumlah tempat di Bali dan Lombok yang sangat berguna di bidang keilmuan pada zaman Belanda.

3. MASJID AGUNG JAMIK SINGARAJA

Berita Terkait

Budaya Cirebon Yang Masih Lestari Hingga Sekarang, Memiliki Berbagai Jenis dan Waktu Pelaksanaan
Aneka Masakan Iduladha Yang Bisa Menambah Silaturahmi KEluarga dan Orang Terdekat
Makna Ukiran Rumah Gadang Dan Filosofi Kearifan Lokal Minangkabau, Memiliki Nilai Luhur Serta Kebijaksanaan Dalam Hidup
Kebudayaan Indonesia Yang Masih Dilakukan Hingga Saat Ini Oleh Masyarakat Daerah
Aliran Pencak Silat di Indonesia Lahir Sebelum Kemerdekaan dan Lestari Hingga Saat Ini
Sejarah Pencak Silat Indonesia Hingga Saat Ini Diakui UNESCO
Kerjasama Pariwisata Jawa Barat Dan Jawa Timur Diharapkan Bisa Meningatkan Jumlah Wisatawan
Kesenian Burokan Cirebon Mengandung Makna Spiritual Dan Harus Dilestarikan

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:38 WIB

Budaya Cirebon Yang Masih Lestari Hingga Sekarang, Memiliki Berbagai Jenis dan Waktu Pelaksanaan

Minggu, 16 Juni 2024 - 14:14 WIB

Aneka Masakan Iduladha Yang Bisa Menambah Silaturahmi KEluarga dan Orang Terdekat

Kamis, 13 Juni 2024 - 17:11 WIB

Makna Ukiran Rumah Gadang Dan Filosofi Kearifan Lokal Minangkabau, Memiliki Nilai Luhur Serta Kebijaksanaan Dalam Hidup

Kamis, 6 Juni 2024 - 20:52 WIB

Kebudayaan Indonesia Yang Masih Dilakukan Hingga Saat Ini Oleh Masyarakat Daerah

Jumat, 31 Mei 2024 - 16:36 WIB

Aliran Pencak Silat di Indonesia Lahir Sebelum Kemerdekaan dan Lestari Hingga Saat Ini

Jumat, 31 Mei 2024 - 16:31 WIB

Sejarah Pencak Silat Indonesia Hingga Saat Ini Diakui UNESCO

Selasa, 28 Mei 2024 - 22:20 WIB

Kerjasama Pariwisata Jawa Barat Dan Jawa Timur Diharapkan Bisa Meningatkan Jumlah Wisatawan

Selasa, 28 Mei 2024 - 22:15 WIB

Kesenian Burokan Cirebon Mengandung Makna Spiritual Dan Harus Dilestarikan

Berita Terbaru